Donald Trump Klaim Negosiasi Baru Segera Dimulai, Sebut Kesepakatan Damai Dengan Iran Tinggal Menghitung Hari
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kepada awak media bahwa perundingan baru dengan Iran dijadwalkan mulai bergulir setelah dirinya memutuskan membatalkan rencana serangan militer skala besar yang sebelumnya telah disiapkan terhadap infrastruktur negara tersebut.
Dalam keterangannya di Washington DC, Trump mengeklaim bahwa kesepakatan komprehensif terkait program denuklirisasi dan pembukaan jalur maritim Selat Hormuz akan segera tercapai dalam waktu dekat berkat adanya permintaan dari sejumlah negara Teluk.
"Apakah saya lebih memilih membuat kesepakatan? Saya tidak ingin melihat banyak orang tewas, dan kita tidak menginginkan hal itu terjadi," ujar Trump saat menjelaskan alasan penghentian operasi militer.
Kendati demikian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menepis kabar perundingan langsung dengan menegaskan, "Kami tidak akan menjadi tuan rumah delegasi atau menjadi tamu suatu negara selama hari-hari ini."
Hingga Senin (4/8), aktivitas perdagangan minyak mentah global langsung merespons ketegangan ini dengan penurunan harga bensin Brent sebesar 4,64 persen menjadi 83,85 dolar Amerika Serikat per barel setelah batalnya serangan militer.
Artikel Lainnya
Seorang perempuan lanjut usia berumur 102 tahun bernama Jarana yang dilaporkan hilang di kawasan perkebunan Nagari Kampu...
Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kembali memakan korban jiwa setelah kedua negara saling melancarkan serangan...
PBB mengeluarkan peringatan darurat bagi kota komersial dan logistik El-Obeid di Sudan yang kini berada di garis depan p...
Wilayah enklave Ceuta dan Melilla milik Spanyol di pesisir utara Afrika kembali menjadi sorotan setelah gelombang migras...
Presiden Kurdistan Irak, Nechirvan Barzani, melakukan kunjungan perdana ke Damaskus untuk menemui Presiden Suriah guna m...