Selasa, 4 Agustus 2026

Kontrakan di Bekasi Ditinggal Penyewa, Ditemukan Puluhan Bangkai Kucing

Sebuah rumah kontrakan di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mendadak viral di media sosial setelah ditinggal pergi oleh penyewanya. Pemilik kontrakan terkejut mendapati bangunan tipe 24 tersebut dalam kondisi sangat kotor, berantakan, serta dipenuhi oleh puluhan bangkai kucing.

Sebuah video memperlihatkan kondisi mengenaskan sebuah rumah kontrakan di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang ditinggalkan oleh penyewanya tanpa dibersihkan lebih dulu. Sang penyewa sempat berulang kali menunda saat diminta membereskan rumah, memaksa pemilik kontrakan akhirnya datang langsung ke lokasi untuk memeriksa.

Setibanya di lokasi, pemilik mendapati halaman depan hingga seluruh bagian dalam rumah dipenuhi tumpukan sampah berserakan, kemasan makanan hewan, kandang, serta ember bekas. Lantai bangunan tipe 24 itu tertutup lapisan kotoran tebal berwarna cokelat yang merupakan campuran pasir kucing, feses, dan bulu hewan.

"Semua ruangan sangat kotor dan berantakan," ungkap pemilik kontrakan dalam dokumentasi yang dibagikan ke media sosial setelah membuka pintu rumah tersebut.

Situasi semakin mengejutkan ketika pemilik melakukan pengecekan lebih mendalam ke setiap sudut ruangan dan menemukan puluhan bangkai hewan peliharaan. Diperkirakan terdapat lebih dari 20 kerangka kucing yang tersisa kulit dan tulang di area dapur, kamar mandi, kamar tidur, hingga bagian loteng.

Hingga kini, dokumentasi penampakan rumah kontrakan tersebut masih menjadi sorotan warganet dan menuai berbagai kecaman di berbagai platform digital.

Redaksi Rafael Ribeiro Jabodetabek
Redaksi Rafael Ribeiro Jabodetabek
Tim redaksi Rafael Ribeiro Jabodetabek yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari kawasan Jabodetabek.
Redaksi Rafael Ribeiro Jabodetabek adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.