Krisis Kemanusiaan Melanda El-Obeid, Bayang-Bayang Genosida Kembali Hantui Sudan
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, secara resmi mengumumkan status siaga merah bagi kota El-Obeid di Sudan. Wilayah yang menjadi pusat perdagangan dan logistik vital di bagian tengah negara tersebut kini terperangkap dalam kecamuk perang berkepanjangan antara tentara nasional melawan milisi Rapid Support Forces (RSF).
Tekanan terhadap kota berpenduduk setengah juta jiwa itu semakin meningkat setelah milisi RSF melancarkan puluhan serangan pesawat nirawak yang menyasar fasilitas vital seperti depot bahan bakar dan instalasi air. Blokade akses keluar kota serta musim hujan yang membuat jalur darat tidak dapat dilalui semakin memperparah penderitaan warga sipil.
"Situasi ini menempatkan ratusan ribu penduduk pada risiko kemanusiaan yang sangat ekstrem tanpa adanya jaminan perlindungan yang memadai," ujar salah satu pengamat kemanusiaan internasional menanggapi eskalasi konflik.
Sejumlah laporan investigasi PBB sebelumnya telah mengategorikan tindakan kekerasan serupa di wilayah lain seperti el-Fasher dan el-Geneina sebagai bentuk genosida. Namun, langkah penegakan hukum maupun intervensi global dinilai masih setengah hati, terutama di tengah pergeseran prioritas politik kekuatan besar dunia terhadap lembaga peradilan internasional.
Data PBB menunjukkan bahwa konflik di Sudan telah memaksa lebih dari 14 juta penduduk mengungsi dan menyebabkan separuh dari total populasi negara tersebut bergantung sepenuhnya pada bantuan kemanusiaan darurat.
Artikel Lainnya
Seorang perempuan lanjut usia berumur 102 tahun bernama Jarana yang dilaporkan hilang di kawasan perkebunan Nagari Kampu...
Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kembali memakan korban jiwa setelah kedua negara saling melancarkan serangan...
Wilayah enklave Ceuta dan Melilla milik Spanyol di pesisir utara Afrika kembali menjadi sorotan setelah gelombang migras...
Presiden Kurdistan Irak, Nechirvan Barzani, melakukan kunjungan perdana ke Damaskus untuk menemui Presiden Suriah guna m...
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa perundingan baru dengan Iran akan segera dimulai sekaligus mengk...