Alasan Spanyol Pertahankan Wilayah Enklave di Afrika, Picu Ketegangan Politik
Dua wilayah enklave kecil milik Spanyol di pesisir utara benua Afrika, yakni Ceuta dan Melilla, sejak lama menjadi titik panas dalam hubungan bilateral dengan Maroko yang mengelilingi kawasan tersebut. Wilayah yang juga mencakup kepulauan kecil Plazas de Soberanía ini merupakan sisa kekaisaran kolonial Spanyol yang tetap berada di bawah kendali Eropa hingga saat ini.
Berdasarkan catatan sejarah, Ceuta jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1415 sebelum akhirnya bergabung dengan Spanyol pada 1580, sementara Melilla dikuasai oleh bangsawan Spanyol sejak tahun 1497. Maroko secara konsisten menuntut pengembalian wilayah tersebut sejak memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1956.
"Bagi Spanyol, mempertahankan enklave ini sangat fundamental secara simbolis karena memperkuat kebesaran dan masa lalu imperialnya," ujar Yolanda Aixelà Cabré, seorang antropolog dari IMF-CSIC di Barcelona, menjelaskan latar belakang historis wilayah tersebut.
Meskipun tuntutan Maroko didasarkan pada faktor geografis dan sejarah, para pengamat internasional menilai posisi hukum Maroko tergolong lemah karena klaim tersebut lebih bersifat politis ketimbang hukum internasional. Sebagian besar warga lokal di kedua kota tersebut juga dilaporkan memilih untuk tetap berada di bawah kedaulatan Spanyol.
Otoritas kepolisian nasional Spanyol mencatat bahwa arus keluar masuk dari Ceuta dan Melilla menuju daratan utama Spanyol tetap diberlakukan pemeriksaan ketat di bawah rezim khusus wilayah Schengen.
Artikel Lainnya
Seorang perempuan lanjut usia berumur 102 tahun bernama Jarana yang dilaporkan hilang di kawasan perkebunan Nagari Kampu...
Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kembali memakan korban jiwa setelah kedua negara saling melancarkan serangan...
PBB mengeluarkan peringatan darurat bagi kota komersial dan logistik El-Obeid di Sudan yang kini berada di garis depan p...
Presiden Kurdistan Irak, Nechirvan Barzani, melakukan kunjungan perdana ke Damaskus untuk menemui Presiden Suriah guna m...
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa perundingan baru dengan Iran akan segera dimulai sekaligus mengk...