Selasa, 4 Agustus 2026

Perlintasan Rel Kolong Flyover Martadinata Bogor Segera Ditutup, Siswa Sekolah Terancam Putar Jauh

Pemerintah Kota Bogor berencana menutup perlintasan sebidang kereta api di kolong Flyover RE Martadinata demi alasan keselamatan. Kebijakan ini menuai kecemasan dari para orang tua murid karena akses menuju SDN Dewi Sartika 02 akan menjadi jauh lebih panjang dan memutar.

Pemerintah Kota Bogor bersiap menutup jalur perlintasan rel kereta api yang berada tepat di kolong Flyover Jalan RE Martadinata. Kebijakan pembatasan akses ini diambil menyusul penutupan serupa yang telah lebih dulu diterapkan pada kawasan perlintasan rel di Jalan Sholeh Iskandar.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Senin (3/8/2026), jalur tersebut setiap harinya dipadati oleh aktivitas warga serta rombongan pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas. Mayoritas pejalan kaki yang melintas merupakan anak-anak SD yang berjalan berkelompok maupun didampingi oleh orang tua mereka.

Tingginya mobilitas pelajar di titik ini terjadi karena lokasinya yang sangat dekat dengan kompleks SDN Dewi Sartika 02 di Jalan Abesin, Kelurahan Cibogor. Jarak antara permukiman warga di seberang rel dengan sekolah tersebut hanya berkisar antara 300 hingga 400 meter saja.

Kendati demikian, rencana penutupan jalur tersebut dikeluhkan oleh para orang tua karena alternatif lintasan melalui flyover akan memaksa siswa berjalan kaki sejauh 1,5 hingga 2 kilometer atau kesulitan mencari moda transportasi umum yang memadai.

Berdasarkan data tata wilayah setempat, jarak tempuh memutar melewati struktur flyover mencapai radius dua kilometer dan memerlukan waktu tempuh tambahan bagi anak-anak usia sekolah.

Redaksi Rafael Ribeiro Jabodetabek
Redaksi Rafael Ribeiro Jabodetabek
Tim redaksi Rafael Ribeiro Jabodetabek yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari kawasan Jabodetabek.
Redaksi Rafael Ribeiro Jabodetabek adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.